Kupang – Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air serta mewujudkan program swasembada pangan nasional, Bidang Sumber Daya Air (SDA)pada Dinas PUPR Kab. Sikka melaksanakan kegiatan konsultasi dan koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II terkait pelaksanaan kegiatan Jaringan Irigasi Permukaan dan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan konsultasi dan koordinasi tersebut dilaksanakan pada Kamis, 2 Juli 2026, bertempat di Ruang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBWS Nusa Tenggara II, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air, Bapak Efa Frodithus, S.T., didampingi oleh staf Bidang SDA melakukan pertemuan dengan Bapak F.I.Y. Maramis, S.ST selaku Kepala PPK Satuan Kerja Air Tanah dan Air Baku Nusa Tenggara II, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pertemuan ini dilaksanakan sebagai bentuk koordinasi dan sinkronisasi program antara Pemerintah Kabupaten Sikka dengan BBWS Nusa Tenggara II dalam mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Program Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk mendukung swasembada pangan.
Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak melakukan koordinasi terkait rencana pelaksanaan kegiatan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi, baik Jaringan Irigasi Permukaan maupun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), yang menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan ketersediaan air bagi sektor pertanian.

Kegiatan konsultasi ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhan infrastruktur irigasi di wilayah Kabupaten Sikka, sekaligus memperoleh arahan teknis terkait tahapan perencanaan, pelaksanaan, serta dukungan program dari BBWS Nusa Tenggara II.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, diharapkan pelaksanaan program jaringan irigasi dapat berjalan secara optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sikka dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan konsultasi dan koordinasi berlangsung dengan baik dan menghasilkan kesepahaman bersama untuk terus memperkuat sinergi dalam pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan.
