Maumere – Dalam rangka mendukung penyusunan usulan kegiatan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sikka melaksanakan survei lapangan pada Senin, 27 Juli 2026, pukul 10:00 WITA, di beberapa lokasi calon pembangunan JIAT yang berada di Kecamatan Magepanda.
Kegiatan survei dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air, Bapak Efa Frodithus, S.T., didampingi oleh para staf Bidang SDA. Turut hadir mendampingi dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Bapak Animus, yang memberikan pendampingan dalam proses identifikasi dan verifikasi kelompok tani pada setiap lokasi yang disurvei.
Survei dilaksanakan pada lima titik calon lokasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang tersebar di Kecamatan Magepanda. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan peninjauan kondisi lapangan sekaligus melakukan konfirmasi langsung bersama Dinas Pertanian mengenai keberadaan kelompok tani, luas layanan pertanian, potensi lahan yang akan dilayani, serta kebutuhan air irigasi pada masing-masing lokasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat mengenai kesiapan lokasi dan kelompok tani penerima manfaat sebagai salah satu persyaratan dalam penyusunan usulan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah. Sinergi antara Bidang Sumber Daya Air dan Dinas Pertanian diharapkan dapat menghasilkan data teknis dan administrasi yang komprehensif sehingga usulan kegiatan dapat disusun sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Survei lapangan tersebut merupakan bagian dari persiapan Usulan Program Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional pada pelaksanaan Tahun Anggaran 2026 Tahap II. Melalui program ini, pemerintah berupaya meningkatkan ketersediaan air irigasi guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepala Bidang Sumber Daya Air menyampaikan bahwa koordinasi lintas perangkat daerah menjadi faktor penting dalam penyusunan usulan program. Data hasil survei dan verifikasi lapangan akan menjadi dasar dalam melengkapi dokumen usulan yang akan diajukan kepada pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II.
Melalui kegiatan survei ini, Pemerintah Kabupaten Sikka menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna mewujudkan pembangunan infrastruktur irigasi yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Sikka.
