Maumere – Kegiatan Sosialisasi Pemantauan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air (RPSDA) Wilayah Sungai Flores Tahun 2026 dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026 pada pukul 09.00 WITA secara daring melalui aplikasi Zoom. Kegiatan ini diikuti dari Meeting Room 1 Dinas PUPR Kabupaten Sikka oleh perwakilan instansi terkait yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan sumber daya air.
Sosialisasi tersebut dipimpin oleh Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) dan dihadiri oleh berbagai instansi yang relevan dengan kegiatan pemantauan RPSDA. Dari Pemerintah Kabupaten Sikka, kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Sikka bersama para staf yang ditugaskan untuk mengikuti jalannya sosialisasi.
Dalam kegiatan tersebut, pihak BBWS NT II memaparkan kilas balik hasil pemantauan RPSDA Wilayah Sungai Flores Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan hasil pemantauan yang telah dilakukan, masih terdapat sejumlah aspek yang belum terpenuhi secara optimal. Beberapa aspek yang dimaksud antara lain aspek konservasi sumber daya air, aspek pendayagunaan sumber daya air, serta aspek penanggulangan daya rusak air.
Selain menyampaikan hasil pemantauan tahun sebelumnya, pihak BBWS NT II juga menjelaskan tahapan pelaksanaan pemantauan RPSDA Wilayah Sungai Flores Tahun 2026. Secara umum terdapat dua tahapan utama dalam kegiatan ini, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan pemantauan. Hingga saat ini, tahapan yang sedang berjalan masih berada pada tahap persiapan, yang meliputi pengumpulan data, koordinasi dengan instansi terkait, serta penyusunan rencana kegiatan pemantauan.
Meskipun demikian, pihak BBWS NT II menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tetap mengacu pada jadwal pelaksanaan yang telah disusun, dimana tahap akhir pelaksanaan pemantauan RPSDA Wilayah Sungai Flores ditargetkan akan selesai pada bulan November 2026.
Dalam sesi diskusi, Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Sikka juga menyampaikan beberapa kegiatan yang dilakukan pada tahun ini yaitu kegiatan perencanaan Jaringan Irigasi Permukaan dan Jaringan Irigasi Air Tanah. Kondisi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan progres hasil pemantauan RPSDA untuk wilayah Kabupaten Sikka Tahun Anggran 2026.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan adanya koordinasi dan sinergi yang lebih baik antara BBWS NT II dengan pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya, sehingga pelaksanaan pemantauan RPSDA Wilayah Sungai Flores dapat berjalan lebih optimal dan mampu mendukung pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan berkelanjutan.
