Maumere – Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka menggelar rapat koordinasi bersama Kepala Dinas PUPR, Ibu Margaretha Movaldes D.M. Bapa, S.T., M.Eng., pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 08.15 WITA, bertempat di Meeting Room Dinas PUPR Kabupaten Sikka.
Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas hasil konsultasi dan koordinasi yang telah dilakukan di tingkat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II terkait usulan Tahap II Program Instruksi Presiden (Inpres) Tahun Anggaran 2026. Program tersebut berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air, khususnya kegiatan Jaringan Irigasi Permukaan dan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional.
Dalam arahannya, Kepala Dinas PUPR menekankan pentingnya kesiapan Bidang Sumber Daya Air dalam menyiapkan seluruh bahan dan dokumen pendukung yang akan digunakan sebagai dasar pengusulan kegiatan pada tahap berikutnya. Kelengkapan administrasi, data teknis, serta dokumen perencanaan menjadi aspek penting agar usulan yang diajukan memenuhi persyaratan dan dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Kepala Dinas juga mengharapkan agar Bidang Sumber Daya Air terus memperkuat koordinasi dengan BBWS Nusa Tenggara II sebagai mitra teknis pemerintah pusat, sekaligus meningkatkan sinergi dengan perangkat daerah dan instansi terkait yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan program. Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan perencanaan, pengusulan, hingga pelaksanaan program dapat berjalan secara terpadu, efektif, dan tepat sasaran.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh jajaran Bidang Sumber Daya Air memiliki kesamaan persepsi dan kesiapan dalam menindaklanjuti arahan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Dengan dukungan data yang akurat, dokumen yang lengkap, serta koordinasi yang berkelanjutan, usulan kegiatan pada Tahap II Program Inpres Tahun Anggaran 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan layanan irigasi, produktivitas pertanian, dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sikka.
Rapat berlangsung dengan lancar dan menghasilkan beberapa tindak lanjut, antara lain percepatan penyusunan dokumen usulan, pemutakhiran data teknis di lapangan, serta penguatan koordinasi dengan BBWS Nusa Tenggara II dan perangkat daerah terkait sebagai langkah strategis dalam mendukung keberhasilan Program Inpres Tahun Anggaran 2026.
