Maumere – Survei lapangan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber air tanah dan menilai kelayakan lokasi sebagai dasar perencanaan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah. Dalam pelaksanaannya, Tim Geolistrik BBWS NT II melakukan pengukuran geolistrik guna mengetahui kondisi bawah permukaan tanah, termasuk keberadaan dan kedalaman lapisan akuifer yang berpotensi menjadi sumber air bagi kebutuhan irigasi.
Sementara itu, Staf Bidang SDA melakukan verifikasi kondisi lapangan, pengumpulan data pendukung, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat terkait kondisi lahan pertanian, kebutuhan air irigasi, dan akses menuju lokasi yang disurvei. Sinergi antara pemerintah daerah dan BBWS diharapkan menghasilkan data teknis yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penentuan lokasi pembangunan JIAT.

Keberadaan Jaringan Irigasi Air Tanah diharapkan dapat menjadi solusi bagi wilayah pertanian yang mengalami keterbatasan pasokan air, khususnya pada musim kemarau. Dengan tersedianya infrastruktur irigasi yang memadai, produktivitas pertanian dapat meningkat sehingga memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Sikka.
Kegiatan survei berlangsung dengan lancar di seluruh titik yang telah direncanakan. Hasil pengukuran geolistrik dan data lapangan selanjutnya akan dianalisis oleh Tim Geolistrik BBWS sebagai bahan rekomendasi teknis dalam penyusunan rencana pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah di Kabupaten Sikka.
