Groundbreaking Jembatan Garuda di Talibura, Buka Akses Wilayah Terisolir

Bagikan:
👁 85

Maumere – Telah dilaksanakan kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di perbatasan Desa Watu Omok, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, pada Senin (30/03/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya proyek strategis dalam rangka membuka akses wilayah yang selama ini terisolir.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Komandan Kodim 1603/Sikka, Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Lanal Maumere, Camat Talibura, Kapolsek Talibura, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan dari Dandim 1603/Sikka yang menyampaikan penjelasan teknis terkait titik lokasi serta rencana pelaksanaan pembangunan jembatan yang akan dikerjakan secara kolaboratif bersama masyarakat.

Selanjutnya, dalam sambutannya, Bupati Sikka menyampaikan apresiasi atas sinergitas yang telah terbangun antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pihak terkait dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Prosesi groundbreaking dilaksanakan melalui peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pekerjaan fisik di lapangan.

Dalam arahannya, Bupati Sikka menekankan beberapa hal penting, di antaranya apresiasi terhadap kolaborasi antara Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Korem 161/Wira Sakti, dan Kodim 1603/Sikka yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memiliki nilai sosial dan ekonomi yang besar, khususnya bagi sekitar 60 anak sekolah yang setiap hari harus menyeberangi sungai serta masyarakat di Desa Induk dan Dusun Blawuk.

Bupati juga menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah setelah masyarakat menantikan akses tersebut selama lebih dari 12 tahun. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut dan direplikasi di wilayah lain yang masih mengalami keterisolasian.

Selain itu, Bupati meminta Dinas PUPR Kabupaten Sikka bersama jajaran TNI untuk terus mengidentifikasi lokasi-lokasi yang membutuhkan pembangunan infrastruktur serupa, serta mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas yang dibangun sebagai aset bersama.

Kegiatan groundbreaking berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari masyarakat. Kehadiran Jembatan Garuda diharapkan menjadi pemicu percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok Kabupaten Sikka.

Maumere – Telah dilaksanakan kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di perbatasan Desa Watu Omok, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, pada Senin (30/03/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya proyek strategis dalam rangka membuka akses wilayah yang selama ini terisolir.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Komandan Kodim 1603/Sikka, Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Lanal Maumere, Camat Talibura, Kapolsek Talibura, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan dari Dandim 1603/Sikka yang menyampaikan penjelasan teknis terkait titik lokasi serta rencana pelaksanaan pembangunan jembatan yang akan dikerjakan secara kolaboratif bersama masyarakat.

Selanjutnya, dalam sambutannya, Bupati Sikka menyampaikan apresiasi atas sinergitas yang telah terbangun antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pihak terkait dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Prosesi groundbreaking dilaksanakan melalui peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pekerjaan fisik di lapangan.

Dalam arahannya, Bupati Sikka menekankan beberapa hal penting, di antaranya apresiasi terhadap kolaborasi antara Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Korem 161/Wira Sakti, dan Kodim 1603/Sikka yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memiliki nilai sosial dan ekonomi yang besar, khususnya bagi sekitar 60 anak sekolah yang setiap hari harus menyeberangi sungai serta masyarakat di Desa Induk dan Dusun Blawuk.

Bupati juga menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah setelah masyarakat menantikan akses tersebut selama lebih dari 12 tahun. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut dan direplikasi di wilayah lain yang masih mengalami keterisolasian.

Selain itu, Bupati meminta Dinas PUPR Kabupaten Sikka bersama jajaran TNI untuk terus mengidentifikasi lokasi-lokasi yang membutuhkan pembangunan infrastruktur serupa, serta mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas yang dibangun sebagai aset bersama.

Kegiatan groundbreaking berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari masyarakat. Kehadiran Jembatan Garuda diharapkan menjadi pemicu percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok Kabupaten Sikka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top