Antisipasi Genangan Musim Hujan, PUPR Sikka Survei Drainase Perkotaan

Bagikan:
👁 3

Maumere – Banyaknya genangan yang terjadi saat musim hujan di wilayah Kota Maumere mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka untuk melakukan survei drainase perkotaan pada sabtu, 07 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting saluran drainase pada sejumlah ruas jalan utama di Kota Maumere.

Survei lapangan dilaksanakan saat kondisi hujan guna memudahkan tim dalam mengamati arah aliran air, mengidentifikasi saluran yang tersumbat, serta mengetahui titik-titik yang berpotensi menimbulkan genangan.

Adapun segmen ruas jalan yang menjadi lokasi survei meliputi:

  1. Sepanjang Jalan Wairklau, Kelurahan Madawat, mulai dari Perempatan PLN hingga Alfamart El Tari Atas.
  2. Jalan terusan di samping BAPPERIDA menuju Jalan Anggrek di belakang Gelora Samador.
  3. Sepanjang Jalan Anggrek, mulai dari pertigaan Raja Jaya Motor hingga Tugu Mof El Tari.
  4. Jalan El Tari, mulai dari Tugu Mof ke arah barat melewati Rumah Jabatan DPR hingga Jembatan di Jalan Raya Maumere–Magepanda.

Hasil survei menunjukkan bahwa pada Jalan Wairklau dan Jalan Anggrek masih ditemukan sejumlah permasalahan drainase, seperti saluran yang terputus di beberapa titik serta tumpukan sampah dan endapan sedimen yang menyebabkan air hujan meluap ke badan jalan dan menimbulkan genangan.. Sementara itu, pada Jalan El Tari, endapan sedimen pada saluran drainase mengurangi kapasitas tampung air sehingga saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi genangan cukup panjang, khususnya di depan Rumah Jabatan DPR.

Hasil survei drainase perkotaan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana penanganan drainase ke depan, baik melalui kegiatan pemeliharaan maupun perbaikan jaringan drainase. Pemeliharaan yang dimaksud meliputi pengerukan sedimen, pembersihan sampah, serta penanganan titik-titik saluran yang mengalami gangguan aliran. Selain itu, hasil survei juga akan digunakan sebagai bahan perencanaan perbaikan dan penataan jalur drainase pada ruas-ruas jalan yang dinilai bermasalah.

Dengan dilaksanakannya survei ini, diharapkan penanganan drainase dapat berdampak langsung pada peningkatan kenyamanan lalu lintas, terjaganya kebersihan Kota Maumere mengingat pascahujan banyak sampah terbawa aliran air dan terlihat di badan jalan, serta meminimalisir potensi terjadinya genangan dan banjir di kawasan kota Maumere.

Maumere – Banyaknya genangan yang terjadi saat musim hujan di wilayah Kota Maumere mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka untuk melakukan survei drainase perkotaan pada sabtu, 07 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting saluran drainase pada sejumlah ruas jalan utama di Kota Maumere.

Survei lapangan dilaksanakan saat kondisi hujan guna memudahkan tim dalam mengamati arah aliran air, mengidentifikasi saluran yang tersumbat, serta mengetahui titik-titik yang berpotensi menimbulkan genangan.

Adapun segmen ruas jalan yang menjadi lokasi survei meliputi:

  1. Sepanjang Jalan Wairklau, Kelurahan Madawat, mulai dari Perempatan PLN hingga Alfamart El Tari Atas.
  2. Jalan terusan di samping BAPPERIDA menuju Jalan Anggrek di belakang Gelora Samador.
  3. Sepanjang Jalan Anggrek, mulai dari pertigaan Raja Jaya Motor hingga Tugu Mof El Tari.
  4. Jalan El Tari, mulai dari Tugu Mof ke arah barat melewati Rumah Jabatan DPR hingga Jembatan di Jalan Raya Maumere–Magepanda.

Hasil survei menunjukkan bahwa pada Jalan Wairklau dan Jalan Anggrek masih ditemukan sejumlah permasalahan drainase, seperti saluran yang terputus di beberapa titik serta tumpukan sampah dan endapan sedimen yang menyebabkan air hujan meluap ke badan jalan dan menimbulkan genangan.. Sementara itu, pada Jalan El Tari, endapan sedimen pada saluran drainase mengurangi kapasitas tampung air sehingga saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi genangan cukup panjang, khususnya di depan Rumah Jabatan DPR.

Hasil survei drainase perkotaan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana penanganan drainase ke depan, baik melalui kegiatan pemeliharaan maupun perbaikan jaringan drainase. Pemeliharaan yang dimaksud meliputi pengerukan sedimen, pembersihan sampah, serta penanganan titik-titik saluran yang mengalami gangguan aliran. Selain itu, hasil survei juga akan digunakan sebagai bahan perencanaan perbaikan dan penataan jalur drainase pada ruas-ruas jalan yang dinilai bermasalah.

Dengan dilaksanakannya survei ini, diharapkan penanganan drainase dapat berdampak langsung pada peningkatan kenyamanan lalu lintas, terjaganya kebersihan Kota Maumere mengingat pascahujan banyak sampah terbawa aliran air dan terlihat di badan jalan, serta meminimalisir potensi terjadinya genangan dan banjir di kawasan kota Maumere.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top