Tim Dinas PUPR Kabupaten Sikka Laksanakan Survei Drainase Kota Maumere Saat Hujan

Bagikan:
πŸ‘ 155

Maumere – Sabtu siang, 7 Februari 2026, tim survei Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sikka melaksanakan kegiatan survei saluran drainase di wilayah Kota Maumere. Kegiatan ini dilakukan saat kondisi hujan untuk memperoleh gambaran langsung terkait kinerja saluran dan titik-titik genangan di lapangan.

Survei dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, S.T., M.Eng, bersama Sekretaris Dinas PUPR, Gaudensius Nong Pio, S.T., M.T, serta tim teknis bidang terkait. Pemantauan dilakukan di beberapa segmen utama yang selama ini terindikasi sering terjadi limpasan dan genangan air.

Adapun segmen yang disurvei meliputi:
1. Pertigaan Kantor Kemenag – Eltari Atas – Rujab DPRD Sikka – Jembatan Budi Luhur
2. Jalan Wairklau (Pertigaan PLN) – Pos Kupang – Jalan Anggrek – Tugu Mof Eltari
3. Lingkar Waidoko – Kapela Wolonmaget – Simpang Lima Lingkar Luar

Survei ini bertujuan untuk memantau langsung titik-titik penyebab air meluap, tergenang, serta area rawan banjir di kawasan perkotaan. Tim melakukan pengecekan aliran, kondisi fisik saluran, kapasitas tampung, serta hambatan yang mengganggu kelancaran aliran air.

Dari hasil survei lapangan ditemukan beberapa penyebab utama terjadinya genangan, di antaranya banyaknya sampah di dalam selokan yang menghambat aliran air serta penyumbatan saluran akibat penumpukan sedimen. Selain itu, khusus di Jalan Wairklau ditemukan bahwa jaringan drainase belum tersambung secara menerus, di mana pada beberapa segmen belum tersedia saluran, sehingga aliran air tidak tertangani secara optimal saat hujan.

Hasil survei ini akan menjadi dasar evaluasi dan penetapan prioritas penanganan, meliputi pembersihan saluran, normalisasi drainase, penanganan titik sumbatan, serta perencanaan penyambungan jaringan drainase yang belum menerus dan pembangunan saluran pada segmen yang belum tersedia, sehingga sistem aliran dapat berfungsi utuh. Diharapkan melalui penanganan bertahap dan terencana, fungsi drainase perkotaan dapat kembali optimal dan risiko genangan maupun banjir di Kota Maumere dapat diminimalkan..

Penulis: Adrianus Endak

Maumere – Sabtu siang, 7 Februari 2026, tim survei Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sikka melaksanakan kegiatan survei saluran drainase di wilayah Kota Maumere. Kegiatan ini dilakukan saat kondisi hujan untuk memperoleh gambaran langsung terkait kinerja saluran dan titik-titik genangan di lapangan.

Survei dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, S.T., M.Eng, bersama Sekretaris Dinas PUPR, Gaudensius Nong Pio, S.T., M.T, serta tim teknis bidang terkait. Pemantauan dilakukan di beberapa segmen utama yang selama ini terindikasi sering terjadi limpasan dan genangan air.

Adapun segmen yang disurvei meliputi:
1. Pertigaan Kantor Kemenag – Eltari Atas – Rujab DPRD Sikka – Jembatan Budi Luhur
2. Jalan Wairklau (Pertigaan PLN) – Pos Kupang – Jalan Anggrek – Tugu Mof Eltari
3. Lingkar Waidoko – Kapela Wolonmaget – Simpang Lima Lingkar Luar

Survei ini bertujuan untuk memantau langsung titik-titik penyebab air meluap, tergenang, serta area rawan banjir di kawasan perkotaan. Tim melakukan pengecekan aliran, kondisi fisik saluran, kapasitas tampung, serta hambatan yang mengganggu kelancaran aliran air.

Dari hasil survei lapangan ditemukan beberapa penyebab utama terjadinya genangan, di antaranya banyaknya sampah di dalam selokan yang menghambat aliran air serta penyumbatan saluran akibat penumpukan sedimen. Selain itu, khusus di Jalan Wairklau ditemukan bahwa jaringan drainase belum tersambung secara menerus, di mana pada beberapa segmen belum tersedia saluran, sehingga aliran air tidak tertangani secara optimal saat hujan.

Hasil survei ini akan menjadi dasar evaluasi dan penetapan prioritas penanganan, meliputi pembersihan saluran, normalisasi drainase, penanganan titik sumbatan, serta perencanaan penyambungan jaringan drainase yang belum menerus dan pembangunan saluran pada segmen yang belum tersedia, sehingga sistem aliran dapat berfungsi utuh. Diharapkan melalui penanganan bertahap dan terencana, fungsi drainase perkotaan dapat kembali optimal dan risiko genangan maupun banjir di Kota Maumere dapat diminimalkan..

Penulis: Adrianus Endak

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top